Dalam dunia akademik, terutama di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, kesempatan untuk membagikan hasil riset di panggung internasional merupakan suatu kehormatan sekaligus sarana berharga untuk memperluas wawasan serta jejaring ilmiah. Baru-baru ini, empat mahasiswa Magister Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023 telah mengambil peran di ajang internasional bergengsi tersebut, yaitu di 7th International Conference o n Materials and Intelligent Manufacturing (ICMIM) yang diselenggarakan di NTU One-North, Singapura, pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2025.
Keikutsertaan mahasiswa UGM ini adalah sebuah bukti nyata dari komitmen tinggi jurusan Fisika UGM dalam mendorong mahasiswa nya untuk tidak hanya unggul di ranah akademik, tetapi juga berani bersaing dan berkontribusi di panggung dunia. Mereka adalah Intan Riany Solo, Henny Afiyanti, Imelda Zahra, dan Ihsan Nurijal yang mewakili kebanggaan kampus melalui pemaparan hasil penelitian dan diskusi ilmiah dengan para pakar serta peneliti internasional lain di bidang material dan manufaktur cerdas.
ICMIM merupakan konferensi internasional yang rutin digelar untuk menjadi platform dasar dimana para ilmuwan, peneliti, dosen, dan mahasiswa di seluruh dunia dapat bertemu, bertukar ide, mempresentasikan hasil riset terbaru, serta memperkuat kolaborasi penelitian di bidang material fungsional maju dan manufaktur cerdas. Topik yang diangkat beragam mulai dari pengembangan material baru, teknik fabrikasi lanjutan, sampai penerapan teknologi cerdas dalam proses manufaktur. Dalam konteks globalisasi ilmu pengetahuan, konferensi seperti ini sangat krusial untuk mendorong inovasi serta perkembangan teknologi yang berdampak pada berbagai sektor industri dan kehidupan manusia.
Keempat mahasiswa Magister Fisika tersebut berhasil lolos seleksi oral presentation di konferensi ini dan mendapatkan kesempatan berharga untuk menyampaikan hasil penelitian mereka di hadapan para ahli. Presentasi ilmiah bukan hanya sekadar formalitas, melainkan momen strategis untuk mempertajam argumen penelitian, mendapatkan masukan yang membangun, dan membuka peluang jaringan profesional yang bisa bermanfaat di masa depan.
Intan Riany Solo dan Henny Afiyanti, dalam sesi presentasi mereka, menunjukkan kemampuan komunikasi ilmiah yang unggul dan penguasaan materi yang matang, sehingga keduanya berhasil menyabet penghargaan Best Oral Presenter di sesi masing-masing. Penghargaan ini adalah bukti nyata dedikasi, kerja keras, dan kualitas riset yang mereka lakukan selama menempuh studi di UGM. Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat nama baik pribadi, tetapi juga mengharumkan reputasi Magister Fisika UGM di tingkat internasional.
Imelda Zahra dan Ihsan Nurijal pun turut ambil bagian secara aktif, memperlihatkan semangat intelektual dan gelora penelitian yang menginspirasi, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UGM siap memberikan kontribusi riset yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.